Partai Koruptor Indonesia (PKI)

Mafia Mafia

Gawat, Pengikut Partai Koruptor Indonesia (PKI) Tembus 100 Juta!

GRATIS Seminar Bisnis Online Tanpa Modal
Bergabunglah bersama 36 ribu anggota Asosiasi Bisnis Digital (ABD) yang sudah memiliki bisnis online tanpa modal dengan bantuan LADOVA Consulting, Digital Business Consulting
GRATIS menghadiri seluruh pelatihan bisnis online tanpa modal dengan menjadi anggota Asosiasi Bisnis Digital (ABD)

Menurut data intelijen, pengikut Partai Koruptor Indonesia (PKI) sudah tembus 100 juta! Angka ini jauh sekali di atas angka 15 juta atau 60 juta seperti yang digembar-gemborkan di media selama ini. Data intelijen ini sangat akurat karena bersumber dari A1 yang selama ini sangat dekat dengan para penguasa, mafia serta koruptor papan atas. Kemarin malam, 29 September 2017, ada 3 intelijen yang berhasil menyusup ke dalam Rapat Dewan Pendiri PKI (Partai Koruptor Indonesia). Dalam rapat ini mereka juga merayakan keberhasilan koruptor papan atas Indonesia yang berhasil memenangkan pra-peradilan. Kebangkitan PKI (Partai Koruptor Indonesia) memang sudah di depan mata dan bukan omong kosong belaka. Dalam rapat ini mereka memutuskan logo partai yang akan mereka gunakan seperti di bawah ini:

Logo PKI

Logo PKI (Partai Koruptor Indonesia) yang terinspirasi dari TOGE

            Para Dewan Pendiri Partai Koruptor Indonesia (PKI) sebagian besar berasal dari era Orde Baru dan sebagian kecil dari Orde Reformasi. Mereka sangat terinspirasi dengan pohon toge karena bentknya mungil, licin, kerap dipandang sebelah mata namun sekali tumbuh jumlahnya bisa ratusan juta dalam sekejap. Persis seperti sifat-sifat para koruptor yang licin, mungil namun sekali virus korupsi menyebar bisa ratusan juta anak baik-baik pun rela berpanas-panas dan hujan-kehujanan ikut.

Deklarasi Partai Koruptor Indonesia (PKI) kemarin diputuskan untuk diagendakan tepat pada tanggal 30 September 2018 jam 12.00 di Kantor Pusat mereka di Jl. Kramat Raya (nomornya masih dirahasiakan oleh intelijen tersebut). Dengan jumlah pengikut yang sudah tembus 100 juta jiwa, para pendiri dan pengurus PKI (Partai Koruptor Indonesia) sangat yakin bisa memenangkan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 dan mengalahkan Jokowi dengan sangat mudah.

Anggota partai ini berasal mulai dari tukang sampah yang suka korupsi jam kerja, karyawan yang suka mengutil barang-barang kantor sampai kepala daerah berprestasi yang aset hasil korupsinya sejak era Orde Baru berkuasa mencapai ratusan triliun. Budaya korupsi ini memang sudah mengakar ribuan tahun jauh sebelum Indonesia merdeka di dunia ini. Walaupun korupsi tidak disebut budaya karena tidak ada indah-indahnya. Korupsi kita sebut saja BANDIT, jangan budaya!

Kemarin dalam rapat yang super-rahasia dan dijaga ketat tersebut juga diputuskan bahwa dana kampanye yang akan mereka gelontorkan dalam Pilpres 2019 juga tak tanggung-tanggung: Rp. 100 Triliun yang merupakan sumbangan dari hasil korupsi mereka selama puluhan tahun!

Hebatnya lagi, ideologi partai ini hanya 1: KORUPSI! Visi misi mereka juga sangat mudah diingat: memperkaya diri sendiri. Sederhana, lugas namun membuat semua orang tergoda dan terpikat olehnya. Saat ini mereka juga sedang melakukan kalkulasi elektabilitas dan popularitas siapa Calon Presiden yang akan mereka usung dalam Pilpres 2019. Mereka juga sudah menentukan dengan sangat jelas 4 syarat untuk menjadi Capres mereka.

Syarat untuk menjadi Calon Presiden dari partai ini juga tidak mudah:

  1. memiliki aset hasil korupsi di atas Rp. 100 milyar
  2. memiliki jaringan luas ke mafia dalam negeri & luar negeri
  3. belum pernah menjadi Tersangka KPK
  4. memiliki koneksi kuat ke semua pemimpin dunia

Hanya koruptor papan bawah yang bisa tertangkap OTT KPK karena koruptor papan atas pasti tidak akan mau disuap dengan uang receh. Jangankan menjadi Tersangka KPK, media-media besar saja pasti belum pernah mendengar nama para pendiri partai ini sama sekali. Mereka adalah pasukan koruptor papan atas yang tidak pernah berada di bawah radar KPK apalagi radar orang terkaya di Indonesia. Nama-nama mereka juga tidak satu pun ada dalam Panama Paper karena mereka tidak mungkin menggunakan firma hukum abal-abal di Panama.

Strategi menyembunyikan aset mereka justru sangatlah sederhana dan banyak yang tidak mengira pastinya, semua harta mereka tidak ada satu pun yang dalam bentuk properti, tabungan, deposito, saham apalagi otomotif yang bisa dilacak PPATK. Kita akan membahasnya lebih lanjut nanti. Gaya hidup mereka sangat sederhana dan jauh dari kesan orang super kaya. Mereka juga sering tinggal berpindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya agar tidak mudah dilacak. Mereka tidak memiliki kartu kredit, buku tabungan, KTP, NPWP namun memiliki banyak paspor asli serta imunitas perlindungan dari negara-negara yang menikmati uang hasil korupsi mereka. Mereka menjadi warga negara kelas satu di negara-negara kecil yang bisa menjadi negara maju karena memutar dan mencuci uang korupsi mereka di pasar uang dan pasar saham. Kemarin juga turut hadir 3 dari 11 pentolan pendiri partai ini. Namun sayangnya 3 pentolan partai ini hanya hadir sebentar di awal waktu pembukaan rapat lalu hilang ditelan angin. Nyaris tak terdengar perpindahannya.

Kembali ke strategi penyembunyian aset mereka yang bentuknya sangat cair mudah dipindahkan dan tidak ada satu pun yang berupa harta tidak bergerak, ternyata salah satu dari 3 pentolan partai keceplosan bicara bahwa beliau sudah menyuruh ke-5 anaknya untuk menjual seluruh properti mereka dan mobil mewah mereka dan menukarnya dengan beberapa mata uang digital. Pantas saja tiba-tiba harga Bitcoin terus meroket 60 kali lipat dari harga 1 juta menjadi 60 juta dalam waktu singkat. Hal ini sempat terendus intelijen Tiongkok, India dan Indonesia. Pemerintah India langsung melakukan demonetisasi untuk menghambat perputaran uang haram. Pemerintah Tiongkok bahkan sudah melarang secara keras praktek jual beli di seantero negeri. Bank Indonesia juga sudah melarang penggunaan Bitcoin untuk transaksi.

Saat ini para mafia dan koruptor papan atas ini memang sengaja membocorkan info-info mengenai OTT Receh melalui para anak buahnya untuk terus membuat KPK sibuk dan menghabisi para koruptor papan bawah dan menengah yang sudah berani menggerogoti periuk nasi mereka. Itu sebabnya akhir-akhir ini kita hampir tiap hari mendengar ada saja berita tak sedap mengenai betapa bodohnya koruptor yang masih mau menerima gratifikasi dalam bentuk uang tunai.

Para mafia dan koruptor papan atas ini pula yang terus menggoreng isu-isu tidak jelas di masyarakat untuk membuat semua orang Indonesia sibuk dengan isu-isu receh yang tidak penting. Saracen hanyalah 1 dari jutaan pasukan hoax yang mereka danai. Mereka pula yang sering melempar isu-isu SARA dan komunis untuk menjatuhkan pemimpin daerah yang dianggap tidak koperatif dengan mereka.

Lima Agenda Utama PKI (Partai Koruptor Indonesia):
1. Membubarkan KPK
2. Menjatuhkan Jokowi dan memenangkan Pilpres 2019
3. Melegalkan korupsi di Indonesia
4. Membebaskan semua napi korupsi dan pencucian
5. Menghabisi satu per satu orang Indonesia yang tidak mau korupsi

Inilah satu-satunya partai yang akan menyatukan seluruh mafia: mafia migas, mafia e-KTP, mafia BLBI, mafia Bank Century, mafia pendidikan, mafia IT, mafia beras, mafia sapi, mafia ikan, mafia pupuk, mafia gas alam, mafia hasil tambang, mafia mineral serta mafia lain-lain dalam satu partai!

Cara mencegah partai ini bangkit hanya 1: Hukum Mati Koruptor!

Ganyang PKI (Partai Koruptor Indonesia)!

Viralkan!

Leave a comment

Your email address will not be published.


*