Founder StartupLokal Dinobatkan Sebagai The Most Intelligent CIO

Lowongan Kerja

      Mungkin banyak dari kita para pemilik start-up lokal yang sudah mengenal prestasi-prestasi Natali Ardianto sejak mengembangkan Urbanesia.com, Golfnesia.com, hingga Tiket.com. Natali memang terkenal sangat rendah hati dan senang berbagi dengan mendirikan #StartupLokal yang kini menjadi komunitas start up terbesar di Indonesia. Alumni Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia ini memang terkenal cerdas, tampan, dan baik hati. Beruntung sekali wanita yang bisa memiliki suami seperti Natali Ardianto, Nuniek Tirta Ardianto. Memang ada pepatah, di belakang setiap pria hebat pasti ada wanita hebat yang men-support-nya habis-habisan. Tentunya pasangan suami istri ini pantas mendapatkan penghargaan Best Couple 2015 in Start Up Industry  versi LADOVA Group International.

GRATIS Seminar Bisnis Online Tanpa Modal
Bergabunglah bersama 36 ribu anggota Asosiasi Bisnis Digital (ABD) yang sudah memiliki bisnis online tanpa modal dengan bantuan LADOVA Consulting, Digital Business Consulting
GRATIS menghadiri seluruh pelatihan bisnis online tanpa modal dengan menjadi anggota Asosiasi Bisnis Digital (ABD)

        Kembali ke laptop, ada tiga orang IT leader terbaik di Indonesia yang telah terpilih untuk mendapatkan penghargaan dalam ajang iCIO Awards 2015 yang diadakan oleh iCIO Community.

Ketiga CIO itu masing-masing adalah: Agus Wicaksono (General Manager IT, PT Chevron Pacific Indonesia) yang menyabet gelar The Most Innovative CIO; Deden Anugrah (Head of Information and Technology, PT Sierad Produce, Tbk.) sebagai The Most Influential CIO; serta Natali Ardianto (Chief Technology Officer, PT Global Tiket Network) sebagai The Most Intelligent CIO.

Nama-nama tersebut diumumkan sebagai bagian dari acara CTI Infrastructure Summit 2015 yang dilaksanakan oleh CTI Group, Kamis (5/3), di Ballroom Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta.

Kriteria Influence dinilai dari seberapa besar pengaruh yang dibawa oleh individu bagi pengembangan TI di organisasinya, Innovative dinilai dari inovasi TI yang bisa individu lakukan bagi kemajuan organisasinya di masa depan, sedangkan Intelligent dinilai dari otoritas/kemampuan TI yang dimiliki individu untuk membawa organisasinya unggul dibandingkan kompetitor.

“Tantangan bagi seorang CIO di era digital ini semakin kompleks. Mereka harus memiliki kemampuan untuk mendorong organisasi melalui transformasi digital, serta menciptakan nilai tambah yang unik bagi bisnis karena TI merupakan elemen yang sangat penting bagi penciptaan diferensiasi dan daya saing organisasi,” kata Harry Surjanto (Chairman iCIO Community).

iCIO Awards merupakan ajang penghargaan tahunan bagi para CIO dan staf senior di bidang teknologi informasi yang telah terbukti berhasil menghadirkan value pada organisasi melalui TI.

Para pemenang iCIO Awards 2015 merupakan hasil seleksi dari tim surveyor IPSOS serta mencatat nilai tertinggi dalam wawancara yang dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari: Prof. Richardus Eko Indrajit (APTIKOM), Hendra Godjali (Managing Director, Accenture Indonesia), Frederic Giron (VP & Research Director, Forrester), Ahmad Djauhar (Director of Production and News, Bisnis Indonesia), dan Prof. Suhono Harso Supangkat (Chair of Information Technology Research Group, ITB).

“Harus kita akui bersama bahwa profesi CIO belum sepopuler CEO dan CFO di banyak organisasi, baik swasta maupun pemerintahan di Indonesia. Mudah-mudahan dengan adanya awards ini bisa mendorong peningkatan kapasitas para CIO untuk bisa menghadirkan value bagi organisasinya,” ungkap Prof. Suhono selaku perwakilan dewan juri.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*