Cantik, Muda, Soleha dan Kaya Raya

Sally

Cantik, Muda, Soleha dan Kaya Raya

GRATIS Seminar Bisnis Online Tanpa Modal
Bergabunglah bersama 36 ribu Anggota Asosiasi Pengusaha Online Indonesia (APOI) yang sudah memiliki bisnis online tanpa modal dengan bantuan LADOVA Consulting, The First Non-Profit Digital Business Consulting in Indonesia.
GRATIS menghadiri seluruh pelatihan bisnis online tanpa modal dengan menjadi Anggota Asosiasi Pengusaha Online Indonesia (APOI),

Inilah calon istri yang ditunggu-tunggu dan diidam-idamkan oleh jutaan pria Indonesia. Pengusaha cantik, muda, soleha dan kaya raya, Sally Giovanny, kini menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Bagaimana tidak, di tengah era digital yang kian menggelora, kita makin banyak menemui anak-anak muda yang sukses memiliki bisnis, menciptakan profit yang melimpah, dan pelan-pelan menjadi milyarder muda.


SallyMungkin anak-anak muda itu dengan ketekunannya mencoba menerapkan ajaran klasik: yakinlah dengan impianmu, lalu bentangkan kerja keras, ulet dan keteguhan hati untuk mewujudkannya; sembari disertai dengan doa yang mengalir tanpa henti. Salah satu perempuan muda yang terus berjibaku mewujudkan mimpi itu adalah Sally Giovanny. Perempuan mudad nan bening yang akan kita jelajahi di pagi yang cerah ini.


Sally Giovanny adalah perempuan muda berusia 26 tahun, yang besar dan tinggal di Cirebon. Ia lahir dari keluarga yang tidak begitu mapan ekonominya. Itulah kenapa sejak amat muda, tepatnya selepas lulus SMA dan baru berusia 18 tahun, ia telah memutuskan untuk mencari nafkah sendiri, demi meringankan beban orang tua.


Ia memulai usahanya dengan berjualan batik khas Cirebon, atau batik Trusmi. Saat pertama kali berjualan, ia keliling ke pasar-pasar di Jakarta, Bandung dan Surabaya : menjajakan dagangan batiknya. Ia berkeliling dari pasar ke pasar dengan peluh yang selalu membasahi tubuhnya. Dengan debu jalanan yang membayangi wajahnya Juga dengan kegigihan, dengan semangat pantang menyerah dan dengan doa yang terus mengalir. Sebab, langkah membangun bisnis dengan omzet ratusan juta, selalu dimulai dari langkah pertama. Sebab omzet bisnis miliaran yang menjadi impian, selalu dimulai dari rupiah pertama.


Sejak pertama kali memproduksi dan berjualan batik Trusmi, Sally memutuskan untuk memproduksi batik dengan desain yang unik dan berkualitas, meski dengan harga yang sedikit lebih mahal.
Waktu saya telpon untuk berbincang-bicang, ia bilang : saya lebih baik di-komplain karena harga mas, daripada di-komplain karena mutu produk.
Dalam istilah strategi bisnis, pendekatan itu lazim disebut sebagai “product differentiation”, dan bukan “cost leadership”. Memilih membuat produk berkelas, dan tidak mau terjebak dalam price war yang melelahkan.


Alhamdulilah, dagangan batik Trusmi jualan Sally laris di pasar. Namun ia tidak menggunakan keuntungan bisnisnya untuk segera membeli barang-barang konsumtif. Ia simpan dan kumpulkan untuk modal pengembangan bisnisnya.
Dari uang keuntungan jualan batik itulah, ia pelan-pelan membangun toko permanen di daerah Trusmi, Cirebon kelahirannya. Sejalan dengan booming batik dan booming daerah Trusmi Cirebon sebagai destinasi wisata, jualan di tokonya berkembang dengan pesat.
Larisnya produk jualan batik Trusmi miliknya membuat ia secara bertahap melakukan ekspansi luas greainya. Dari toko permanen yang ukurannya hanya kecil seperti toko lainnya, kini kios Sally telah menjelma menjadi toko grosir batik Trusmi dengan luas 1,5 hektar. Tak heran jika gerai batiknya, disebut sebagai salah satu kios batik terluas di Indonesia.
Tiap hari puluhan bis wisata mampir ke gerai grosir batik Trusmi-nya. Ribuan pengunjung datang hampir tiap hari. Untuk mengelola grosir batiknya yang amat luas, ia kini punya lebih dari 850 karyawan tetap dan 500an pengrajin batik. Sebuah pencapaian yang amat menggetarkan untuk perempuan muda yang baru berusia 26 tahun : mampu memberi lapangan kerja lebih dari 1000 orang.


Kisah perjuangan bisnis Sally Giovany yang hanya lulus SMA ini mungkin kembali memberikan pesan : acapkali kesuksesan lebih ditentukan oleh kreativitas, tekad kuat serta keteguhan hati, dan bukan sekedar gelar ijasah S1 atau S2.
Sepanjang kita punya kemauan kuat, kreativitas, dan life skills yang mumpuni; maka kita mungkin bisa juga merengkuh sekeping kesuksesan seperti yang dengan gemilang sudah diperagakan oleh perempuan bening dan tangguh bernama Sally ini.
Jalan rezeki memang kadang tak terduga. Ada banyak lulusan S1 yang masih menganggur. Namun ada juga lulusan SMA, bahkan hanya SMP, yang bisa membangun usaha yang sukses dan menciptakan begitu banyak lapangan kerja bagi yang membutuhkan.
Semoga kisah Sally ini bisa menginspirasi ribuan anak muda Indonesia lainnya : menebarkan spirit untuk juga gigih mewujudkan impian-impiannya. Demi jalan hidup yang penuh kelimpahan serta keberkahan bagi sesama dan alam semesta.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*